Rabu, 03 Februari 2016

Tuhan "Sengaja"



Keluaran 13:17-18

1. Memaksakan standar Tuhan di hidup kita 
Tuhan sengaja membawa orang Israel melewati padang gurun padahal ada jalan yang lebih dekat, namun jalan terdekat mereka harus melewati bangsa musuh yaitu bangsa Filistin dan Tuhan sudah tau bahwa bangsa Israel akan kembali ke Mesir jika melewati bangsa musuh maka dari itu Tuhan membawa bangsa Israel melewati padang gurun
Dengan Tuhan memaksakan standar hidupnya pada bangsa Israel, Israel masuk ke padang gurun selama 40 tahun (namun tanpa melewati padang gurun, Israel tidak akan mengalami roti manna, mara dan elim sungai dengan air pahit dirubah menjadi air yang manis)
Perjalanan padang gurun berakibat matinya satu generasi pertama bangsa israel

2. Keberanian ilahi
Keluaran 6:27 – 7:7 (tentang Musa menghadap Firaun)
Musa diutus Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dengan menghadap Firaun, namun Tuhan berfirman/berkata Tuhan akan mengeraskan hati Firaun, hati mana yang tidak takut apabila Tuhan berkata seperti itu. Namun keberanian Musa untuk melangkah itulah yang membuat bangsa Israel bebas.
Temukan Firaunmu dan hadapi, beranilah melangkah!!!

Rabu, 15 Juli 2015

Worthy of it All

All the saints and angels bow before Your throne
All the elders cast their crowns before the Lamb of God and sing

You are worthy of it all,
You are worthy of it all
You deserve the glory
For from You are all things,
And to You are all things,

Day and night, night and day, let incense arise
Day and night, night and day, let incense arise
Day and night, night and day, let incense arise
Day and night, night and day, let incense arise




Divine Courage

Ada sebuah laut dengan air yang keruh, kita tidak pernah tau apakah ada sesuatu yang berharga di dasar laut tersebut tanpa kita masuk dan berada di dasar laut tersebut.

Orang yang hanya melihat laut tersebut dari darat hanya bisa melihat air yang keruh tanpa melihat keindahan dasar laut tersebut. Laut yang keruh tersebut berbicara tentang kehidupan yang ada di dunia, kita adalah penyelam-penyelamnya Tuhan yang ditaruh Tuhan di dunia ini. Kita semua tau bahwa dunia hari-hari ini sudah semakin rusak, seperti sebut saja Amerika yang mengesahkan pernikahan sesama jenis di 50 bagian negara, seorang pembuat kue pernikahan harus membayar denda ketika dia menolak membuatkan kue pernikahan untuk lesbian (pembuat kue ini orang kristen yang taat), komunitas incest (hubungan cinta diantara saudara sekandung) di Jerman juga minta disahkan, dan masih banyak lagi. Hanya orang-orang yang melihat dari daratan akan bilang bahwa ini adalah akhir dari dunia, dunia tidak bisa lagi diselamatkan, tapi orang-orang yang menyelam sampai ke dasar laut yang keruh tersebut akan menemukan sesuatu yang "berbeda", bisa saja mereka menemukan mutiara yang kecil, tapi 1 butir mutiara itu berharga, paling tidak mereka menemukan harapan meskipun kecil di kedalaman laut tersebut.

Dibutuhkan keberanian untuk melangkah untuk menemukan harapan di tengah ketakutan.

Minggu, 08 Maret 2015

Akankah kita seperti Samuel?



Saat Samuel dipanggil (1 Samuel 3:1-11), Samuel tidak mengetahui bahwa yang memanggil Samuel adalah Tuhan. Karena saat itu firman Tuhan masih jarang dan penglihatan juga tidak sering (ayat 1), jadi waktu itu Samuel belum mengenal Tuhan. Banyak orang di dunia ini yang sama seperti Samuel, dipanggil Tuhan namun tidak mendengar karena orang itu jarang membaca firman/ibadah dengan kata lain orang tersebut BELUM mengenal Tuhan dengan baik. Hanya saja ada perbedaan orang di dunia ini dengan Samuel...


1. Samuel tinggal di Bait Allah dan kita tinggal di dalam dunia
Semakin kita menjadi serupa dengan dunia, kita semakin tidak mengenal Allah dan kehendak-kehendakNya (Roma 12:2). Bait Allah menandakan kekudusan dan kesucian, sedangkan dunia ini sudah bercampur dengan dosa dan lainnya. Oleh karena itu jadilah serupa dengan Allah supaya kamu bisa mendengar panggilan Allah meskipun kamu masih tinggal di dalam dunia

2. Samuel mempunyai Eli, sedangkan kita???
Samuel mempunyai bapak rohani seperti Eli yang menerjemahkan apa yang dialami Samuel tepat dengan yang Tuhan kehendaki (setelah 3x Samuel dipanggil barulah Eli mengerti bahwa Tuhanlah yang memanggil Samuel). Tapi seringkali kita tidak mempunyai figur Eli seperti Samuel, seringkali orang terdekat kita tidak bisa membantu kita dalam menemukan panggilan Tuhan dalam hidup kita. Oleh karena itu, jangan jauhkan hidupmu dari Bapa yang di surga lewat ibadah/persekutuan yang ada, mungkin bapak rohani/mentormu bisa membantu dalam menemukan panggilan hidup.

Intinya mau menjadi seperti Samuel keputusannya ada di tangan kita, maukah kita mendengar kehendak Tuhan dan tidak menjadi sama seperti dunia?? Setelah kita mendengar panggilan Tuhan, Dia akan mencurahkan isi hatiNya dan menuntun kita setelah ini apa yang harus kita lakukan... God bless all

Hitung dulu lalu Putuskan!!!!

Mengikut Tuhan bukanlah semudah yang diucapkan.... 
Mengikut Tuhan adalah keputusan yang hanya diambil sekali tetapi dampakya seumur hidup
Yesus-mukjizat-roti-banyak.jpg (565×350)
Buka dulu di Matius 16:21-27, di ayat 21 dikatakan "Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.". Di ayat tersebut dikatakan Yesus sendiri yang berkata pada muridNya bahwa Dia akan menanggung penderitaan, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari yang ketiga. Yang menjadi pemikiran bersama, Yesus tau bahwa Dia akan menderita dan Dia juga tau bahwa ujung hidupnya adalah kematian, dan yang kita tau hari ini Yesus telah mati untuk menebus dosa kita. Yesus sangat tau bahwa dia akan menderita dan mati, tetapi DIA TETAP MELAKUKAN. Peristiwa penyaliban Yesus bukanlah sebuah kecelakaan tapi itu sudah diketaui oleh Yesus sendiri. Kenapa Yesus tetap melakukan? Karena Dia taat dengan Kehendak Bapa

1. Hitung dulu harga mengikut Tuhan
Sama seperti Yesus yang tau kehendak Bapa, Yesus menghitung dengan baik bahwa harga mengikut kehendak Bapa adalah menderita bahkan mati, tapi Yesus tetap melakukan apa yang jadi kehendak Bapa karena Yesus tau benar Dia dipanggil Bapa untuk mengerjakan hal itu. Hitunglah dulu harga mengikut Tuhan itu apa saja yang harus dikorbankan. Ikut Tuhan tidak bisa setengah-setengah, karena yang suam-suam kuku pasti akan dimuntahkan (Wahyu 3:16). Lalu putuskan mau ikut Tuhan atau tidak!!

2. Pikul salib dan Sangkal diri
di ayat 24 dikatakan "Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya". Mengikut Tuhan itu ada 2 syarat, yang pertama harus pikul salib. Pikul salib menandakan korban yang terlihat mata, misal saja harus tetap ibadah meskipun hujan deras, korban waktu, korban tenaga, korban uang, dan lain-lain. Dan yang kedua harus sangkal diri (dalam alkitab terjemahan inggris adalah "deny himself" menolak dirinya sendiri), disini sangkal diri lebih ke korban yang tidak terlihat misal korban perasaan, menentang pola pikir yang salah. Kuncinya bisa bertahan pikul salib dan sangkal diri adalah tau kehendak Bapa.

Untuk sebuah panggilan mengikut Tuhan harganya mungkin sesuatu yang kita suka dan untuk mengorbankan itu rasanya sakit, tapi yakinlah Bapa suka akan keputusan kita untuk ikut Dia untuk mengerjakan kota-kota, pulau-pulau, bangsa-bangsa.... God bless all