Sabtu, 09 Agustus 2014

What happened on Fire Conference 2013? (Part 2)

Setelah 1 tahun saya tidak menjamah blog ini, saya mau melanjutkan cerita yang saya tulis tepat 1 tahun lalu :)..... (ampuni saya Tuhan)


Saya mau melanjutkan cerita apa yang saya alami di Fire Conference 2013 setelah workshop sesi 2. Saya langsung ke hari ke 3 saja karena disitu puncaknya..

Kita langsung ke workshop hari terakhir kami Fire Conference. Saat itu pemimpin saya (sebut saja Koh Henry) sedang berkotbah ke track 1 yang mana disana banyak sekali orang barunya dan jumlah nya sekitar 300-400an orang, otomatis koh henry meminta beberapa leader termasuk saya untuk membantu dia (sedangkan saya seharusnya ikut track 2 karena saya sudah ikut FLT dan saya sedang kuliah). Setelah selesai berkotbah dan altarcall (tentang joy/sukacita), sesi ditutup, semua peserta track 1 menikmati snack.

Ini bagian yang saya paling tunggu2 untuk dicritakan, so here we go, simak baik2 ya....
Setelah selesai di track 1 saya melihat di track 2 (kebetulan track 1 dan track 2 ada di 1 tempat di El Bethel), disana masih banyak teman2 saya yang masih dilawat Tuhan, ada yang tertawa ada yang menangis, macam-macam. Saya tinggal lagi untuk mengecek yang lain (karena saya sie acara, saya harus memastikan smua acara berjalan dengan baik). Saya mondar mandir kesana kemari ke track 1 ke track 2 ke ruang makan, mencari sie hospit, sie keamanan dll. Selang berapa menit (mungkin setengah jam) saya melihat teman2 di track 2 masih dilawat Tuhan luar biasa, saya mendatangi pengkotbah sesi 4 di track 2 saya bilang kondisinya seperti apa (masih dilawat Tuhan, belum bisa berhenti, dll), dan pengkotbahnya cuma bilang "biar Roh Kudus yang bekerja, biarkan semua mengalir apa adanya".


Di video tersebut ada 3 orang yang dilawat Tuhan bersama dan anehnya mereka menyebut negara yang sama (Thailand dan Cina), saya ingat sekali, yang satu menangis, yang satu bahasa roh, yang satu bersandar di kursi sambil berkata-kata dengan bahasa yang tidak panitia/orang-orang disitu mengerti. Kalau saya ceritakan detailnya rasa-rasanya tidak bisa habis satu halaman ini saja. Setelah ketiga teman saya dilawat seperti itu, akhirnya kami tidak hentikan dan kami mulai menyembah dalam hadirat Tuhan, kami mulai nyanyikan "Come Holy Spirit fall in this place, i need You more and more of You....." tanpa disadari kami semuapun yang ada di tempat itu kami dilawat Tuhan sama seperti ketiga teman saya. Banyak yang mendapat pesan, mendapat bahasa roh bahasa Cina, ada yang berkata-kata dalam bahasa inggris dengan sangat lancar padahal dia jarang berbahasa inggris, ada yang mendapat tanda, ada yang bernubuat, semuanya tercampur jadi satu disana. Saya mendapat sebuah ayat disitu

"Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu" (Lukas 12:32)

Saya ingat sekali pergerakan ini dimulai dari 7 orang (sangat kecil), tapi ketika kami dilawat Tuhan, banyak yang mendapat pesan tentang bangsa-bangsa, kami tahu benar ini bukan pekerjaan kami, tapi Yesus. Meskipun kami kecil tapi Bapa telah memberikan kerajaan itu dan tiada satupun yang dapat membantah kehendak Bapa. Sungguh tak terlupakan sesi itu. Ketika kita memberi yang terbaik Tuhan yang sudah sediakan gantinya :')

Lalu di RN terakhir (hari ke3), Tuhan tidak berhenti melawat, setelah selesai lagu praise, tiba-tiba saya pribadi ingin menyendiri dan saya ambil tempat di samping panggung di belakang sound buang yang besar itu. Lagu yang dinyanyikan saat itu "It's not over" saat saya menyembah tau2 saya meneteskan air mata, dan saat liriknya "When God is in it there is no limit" saya semakin tidak bisa menahan air mata saya, karena saya tau Bapa yang di Surga dan Yesus itu sungguh nyata, yang semula saya ada di posisi paling bawah dalam kehidupan saya, kata2 When God is in it there is no limit itu sungguh membekas, karena ketika Tuhan turut campur tangan, saya yang bukan siapa2 tiba2 diberikan banyak kasih karunia yang luar biasa. Sepanjang RN saya tidak bisa berhenti menangis, bahkan ketika saya dipanggil ke mimbar (untuk jadi percontohan generasi awal dan baru yang bersaudara, kebetulan saya punya adik yang ikut FC juga) saya masih menangis karena saya tidak bisa berhenti dilawat Tuhan....

Di akhir altarcall, saya didoakan Rachel Bulan
(anak dari Solomon Bulan, perintis Bario Revival Malaysia)
Tahun 2013 bagi saya merupakan titik balik kehidupan saya, dari titik paling bawah Tuhan angkat saya luar biasa, diberi ini itu, dipercayakan ini itu (saya tidak bisa menyebutkan satu per satu karena terlalu banyaknya). Not I but Christ, saya cuma alat saja :). Semoga memberkati. Tuhan Yesus memberkatimu

Tidak ada komentar :

Posting Komentar